20090207
20090120
pocong pingsan
percakapan berikut terjadi di mobil tour di bali kemarin. ceritanya saya menunjukkan gambar di national geographic indonesia tentang pembangunan jalan yang menghubungkan empat kota di india atau disebut see pada artikel tersebut. ada gambar jenasah seorang anak 15 tahun yang meninggal karena kecelakaan dan dibungkus kain putih di pinggir jalan.
sheina (kelas3sd) : "oom, hi, ngeri itu pocong, kan?"
thessa (pra tk): "mana, oom, mana pocongnya?"
arian: "ini..."
thessa: "lho, oom, pocong bukannya lompat-lompat, ya?"
saya sering tidak bisa menjawab pertanyaan kedua anak mantan direktur saya tersebut.
sheina (kelas3sd) : "oom, hi, ngeri itu pocong, kan?"
thessa (pra tk): "mana, oom, mana pocongnya?"
arian: "ini..."
thessa: "lho, oom, pocong bukannya lompat-lompat, ya?"
saya sering tidak bisa menjawab pertanyaan kedua anak mantan direktur saya tersebut.
20090115
kecewa
pakdhe saya dari pihak ibu tadi pagi berkata pada saya di meja makan, "saya takut sekali karena sekarang materialisme sungguh muncul bahkan ketika kita ke gereja."
kamus bawaan macbook saya mendefinisikan materialisme sebagai "tendensi untuk menganggap bahwa materi dan kenyamanan fisik lebih penting daripada nilai-nilai spiritualitas". sementara itu, oom wiki di sini menyatakan kepada khalayak ramai mengenai definisi materiaisme dari segi filosofis.
mas herbowo sampurno pernah menulis mengenai materialisme dan premanisme di indonesia di sini. tidak terlalu jauh, saya akan menulis mengenai bagaimana sebuah cita-cita yang pernah diperjuangkan bisa luntur dalam waktu yang relatif singkat hanya karena materi, dalam hal ini uang,
akhir tahun 2006 kami pernah menggagas suatu ide: satu seminar untuk setiap angkatan kelulusan. sederhana saja, kami ingin budaya sebagai ilmuwan dalam profesi kami terus dipertahankan. selain itu juga sebagai penghormatan kepada guru-guru kami di fakultas dan kepada fakultas itu sendiri. dua tahun lebih berjalan, dan di sinilah saya, merasa bodoh mengikuti seminar dengan maksud untuk menghargai apa yang kami cita-citakan dulu. semuanya berubah. seminar dipakai sebagai ajang mencari keuntungan dengan mengatasnamakan kepanitiaan kelulusan. keuntungan kemudian dibagi dua, satu untuk panitia yang merupakan kelompok kecil di dalam kelompok besar angkatan lulus, dan angkatan lulus itu sendiri.
saya mengirimkan surat pribadi kepada beberapa teman yang terlibat langsung dengan ide awalnya, berikut kutipannya:
"..... di sinilah segala sesuatunya jadi menjengkelkan. pada perbincangan dengan salah seorang panitia, saya
akhirnya tahu bahwa seminar ini sama sekali sudah jauh melenceng dari apa yang kita cita-citakan waktu merintisnya dulu, dua setengah tahun yang lalu. saya jadi merasa sangat bodoh. awalnya saya tidak pikir panjang langsung daftar karena merasa ikut memiliki "tradisi" ini, dan saya merasa harus menghormati adik-adik yang meneruskannya ...."
dokter ratna dewi puspita memberikan kometar berikut ini (nb. maaf ya ratna, aku edit dengan penambahan huruf vokal supaya memudahkan sidang pembaca):
"arian, ak malah ga gitu ngerti kalau tujuan seminar angkatan di bawah kita jadi melenceng begitu. tapi kalo memang kaya gitu aku juga kecewa berat. speechless nih..."
dokter hanggoro tri rinonce memberikan komentar sekaligus memberikan janji. beliau ini sering nyek-nyekan dengan saya, tapi sebenarnya kami sepakat dalam banyak hal, termasuk yang beginian. berikut komentar beliau yang menyejukkan:
"ri... kita sudah sama2 tau sejak pelantikan dokter angkatan di bawah kita... saya juga kecewa... tapi... saya tidak bisa berbuat banyak... saya cuma merasa wajib berjanji... untuk meluruskan keadaan ini ketika kelak saya punya "tangan-tangan"... "suara" di fakultas untuk merubahnya... ri... dulu sekali saya sudah tau kalau mendidik, menanamkan sesuatu itu suatu perkara yang sulit... Setelah saya mulai mendidik saya tau kalau itu memang perkara yang luar biasa sulit..."
dokter risalia reni arisanti dan dokter ishak yunanto suryawan juga memberikan komentar. namun karena keduanya langsung berkomunikasi lewat messenger, saya tidak punya arsip yang bisa saya pertanggungjawabkan untuk dikutip di sini.
saya pernah mengajak sejawat saya sekalian ketika kami disumpah, untuk tidak melakukan korupsi. aslinya, korupsi itu berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan diri sendiri (silakan baca tulisan orang yang berkompeten di sini). sedangkan korupsi di era modern ini mengandung tiga unsur, yaitu memperkaya diri sendiri atau orang lain, melanggar hukum, dan merugikan negara. definisi aslinya ini bisa dikonfirmasi kembali di situs resmi ini.
adakah yang diperbuat adek-adek saya ini korupsi? menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri... saya tidak berani menjawabnya.
kamus bawaan macbook saya mendefinisikan materialisme sebagai "tendensi untuk menganggap bahwa materi dan kenyamanan fisik lebih penting daripada nilai-nilai spiritualitas". sementara itu, oom wiki di sini menyatakan kepada khalayak ramai mengenai definisi materiaisme dari segi filosofis.
mas herbowo sampurno pernah menulis mengenai materialisme dan premanisme di indonesia di sini. tidak terlalu jauh, saya akan menulis mengenai bagaimana sebuah cita-cita yang pernah diperjuangkan bisa luntur dalam waktu yang relatif singkat hanya karena materi, dalam hal ini uang,
akhir tahun 2006 kami pernah menggagas suatu ide: satu seminar untuk setiap angkatan kelulusan. sederhana saja, kami ingin budaya sebagai ilmuwan dalam profesi kami terus dipertahankan. selain itu juga sebagai penghormatan kepada guru-guru kami di fakultas dan kepada fakultas itu sendiri. dua tahun lebih berjalan, dan di sinilah saya, merasa bodoh mengikuti seminar dengan maksud untuk menghargai apa yang kami cita-citakan dulu. semuanya berubah. seminar dipakai sebagai ajang mencari keuntungan dengan mengatasnamakan kepanitiaan kelulusan. keuntungan kemudian dibagi dua, satu untuk panitia yang merupakan kelompok kecil di dalam kelompok besar angkatan lulus, dan angkatan lulus itu sendiri.
saya mengirimkan surat pribadi kepada beberapa teman yang terlibat langsung dengan ide awalnya, berikut kutipannya:
"..... di sinilah segala sesuatunya jadi menjengkelkan. pada perbincangan dengan salah seorang panitia, saya
akhirnya tahu bahwa seminar ini sama sekali sudah jauh melenceng dari apa yang kita cita-citakan waktu merintisnya dulu, dua setengah tahun yang lalu. saya jadi merasa sangat bodoh. awalnya saya tidak pikir panjang langsung daftar karena merasa ikut memiliki "tradisi" ini, dan saya merasa harus menghormati adik-adik yang meneruskannya ...."
dokter ratna dewi puspita memberikan kometar berikut ini (nb. maaf ya ratna, aku edit dengan penambahan huruf vokal supaya memudahkan sidang pembaca):
"arian, ak malah ga gitu ngerti kalau tujuan seminar angkatan di bawah kita jadi melenceng begitu. tapi kalo memang kaya gitu aku juga kecewa berat. speechless nih..."
dokter hanggoro tri rinonce memberikan komentar sekaligus memberikan janji. beliau ini sering nyek-nyekan dengan saya, tapi sebenarnya kami sepakat dalam banyak hal, termasuk yang beginian. berikut komentar beliau yang menyejukkan:
"ri... kita sudah sama2 tau sejak pelantikan dokter angkatan di bawah kita... saya juga kecewa... tapi... saya tidak bisa berbuat banyak... saya cuma merasa wajib berjanji... untuk meluruskan keadaan ini ketika kelak saya punya "tangan-tangan"... "suara" di fakultas untuk merubahnya... ri... dulu sekali saya sudah tau kalau mendidik, menanamkan sesuatu itu suatu perkara yang sulit... Setelah saya mulai mendidik saya tau kalau itu memang perkara yang luar biasa sulit..."
dokter risalia reni arisanti dan dokter ishak yunanto suryawan juga memberikan komentar. namun karena keduanya langsung berkomunikasi lewat messenger, saya tidak punya arsip yang bisa saya pertanggungjawabkan untuk dikutip di sini.
saya pernah mengajak sejawat saya sekalian ketika kami disumpah, untuk tidak melakukan korupsi. aslinya, korupsi itu berkaitan dengan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan diri sendiri (silakan baca tulisan orang yang berkompeten di sini). sedangkan korupsi di era modern ini mengandung tiga unsur, yaitu memperkaya diri sendiri atau orang lain, melanggar hukum, dan merugikan negara. definisi aslinya ini bisa dikonfirmasi kembali di situs resmi ini.
adakah yang diperbuat adek-adek saya ini korupsi? menyalahgunakan wewenang untuk memperkaya diri sendiri... saya tidak berani menjawabnya.
yang nulis
robertus arian
waktu jam
20:38
0
komentar
link ke posting ini
label
m,
personal,
problems
20081224
garuda indonesia mengecewakan
saat ini masih di bandara smb2. jadwal penerbangan jam 11.05 tapi diundur ke jam 13.00. ini sudah jam 12.35 dan belum ada tanda-tanda pesawat yang dari jakarta sudah mendarat. seharusnya terbang lagi ke jogja jam 15.30 jadi sampai jogja masih terang dan bisa istirahat dulu sebelum ke gereja. ini gara-gara alasan operasional yang tidak jelas penerbangan ke jogja pun digeser ke jam 16.40. sampai jogja udah jam enam kurang, ditambah ambil bagasi. misa jam delapan, dan dengan persiapan misa natal yang pasti banyak umat, aku jadi tidak ada waktu beristirahat.
pulang kali ini mau bayar mahal dengan garuda karena mau mengejar waktu. supaya tidak terlalu lama transit, tidak ada delay yang gila-gilaan. tapi apa daya, sekayu-jogja tetap saja 12 jam. mungkin lebih.
saya kecewa...
pulang kali ini mau bayar mahal dengan garuda karena mau mengejar waktu. supaya tidak terlalu lama transit, tidak ada delay yang gila-gilaan. tapi apa daya, sekayu-jogja tetap saja 12 jam. mungkin lebih.
saya kecewa...
20081217
nyetir ke jakarta
tiga kali sudah genap nyetir ke jakarta. satu kali bawa ambulans vw caravelle, satu kali bawa kijang lsx 2002, dan terakhir bawa ambulans kia travello 2007. berikut ulasannya:
vw caravelle
vw ini berkapasitas 1900cc diesel direct injection, manual 5 transmisi. mobil paling lengkap yang pernah kubawa. airbag, abs, parking control, dll. satu hal yang penting, tuas sign dan wiper letaknya terbalik dengan mobil jepang atau korea. vw ini dilengkapi dengan peralatan monitor vital sign, stretcher, oksigen, collar neck lengkap semua ukuran, dan pneumatic antishock garment yang hanya bisa dilihat kala atls. tanki mobil ini besar banget, hampir 100 liter.
secara umum, mobil ini terlihat panjang dan tinggi. tiga orang dewasa bisa duduk dengan nyaman di depan. akselerasi tidak terlalu baik, tapi handling sangat menawan. top speed yang pernah dicapai adalah 140 km/jam di lintas menggala-sukadana lampung. mobil agak bergoyang di atas jalan yang berlubang-lubang, namun sangat tenang di jalan yang halus. lubang-lubang kecil yang tidak terlalu dalam bisa dilewati dengan mudah, namun lubang-lubang besar menimbulkan goncangan yang hebat. panjangnya mobil ini sempat bikin trouble saat keluar kapal karena nyangkut di jembatan kapal dan dermaga. posisi pengemudi juga lumayan nyaman, dengan roda depan di depan pengemudi dan mesin di depan. solar irit.
kijang lsx
standar. mobil berkapasitas 1800cc premium, manual 5 transmisi. lain-lain standar aja. kami isi penuh dengan orang, mobil jadi terasa mantap dibawa. kurang baik menghadapi lubang besar maupun kecil. top speed yang pernah dicapai 120 km/jam dengan 8 orang di dalam. boros bensin. posisi pengemudi nyaman dengan setir yang pas dan suara mesin halus (ya iyalah, premium).
kia travello
ambulans ini untuk jenasah, jadi speknya juga sederhana saja. panjang, tinggi, dan terlihat canggung. tidak ada ketangguhan yang terlihat, kecuali saat kita nyalakan mesin diesel 2700 cc-nya. Kapasitas tangki yang hanya 50 liter menjadikan kami repot harus berkali-kali ngisi solar. posisi pengemudi tidak nyaman, dengan roda depan di bawah pengemudi, cukup sulit membiasakan diri mengatur waktu kapan berbelok, terutama pada ruas jalan yang kurang lebar. satu karakter khas mobil korea yang menurutku mewah adalah adanya foot rest kaki kiri setelah menginjak kopling. cukup membantu untuk perjalanan jauh.
top speed yang pernah dicapai adalah 110 km/jam di tol jakarta merak. handling tidak terlalu baik, pun akselerasinya. tapi kapasitas bodi yang lebar tinggi menjadikannya cukup dijejali satu mesin rontgen portable dan satu mesin fotokopi fuji xerox ditambah satu tabir timbal untuk mencegah mas anto steril gara-gara kebanyakan ng-rontgen bno 3 posisi.
kesimpulan, mana yang anda pilih?
kenyamanan pengemudi: kijang lsx
handling: vw caravelle
kapasitas angkut: kia travello
akselerasi: kijang lsx
top speed: vw caravelle
harga murah: kia travello
harga mahal: vw caravelle
irit bbm: vw caravelle
boros bbm: kijang lsx
catatan: fasilitas parking control dan abs tidak begitu bermanfaat untuk perjalanan jauh sekayu - jakarta.
vw caravelle
vw ini berkapasitas 1900cc diesel direct injection, manual 5 transmisi. mobil paling lengkap yang pernah kubawa. airbag, abs, parking control, dll. satu hal yang penting, tuas sign dan wiper letaknya terbalik dengan mobil jepang atau korea. vw ini dilengkapi dengan peralatan monitor vital sign, stretcher, oksigen, collar neck lengkap semua ukuran, dan pneumatic antishock garment yang hanya bisa dilihat kala atls. tanki mobil ini besar banget, hampir 100 liter.
secara umum, mobil ini terlihat panjang dan tinggi. tiga orang dewasa bisa duduk dengan nyaman di depan. akselerasi tidak terlalu baik, tapi handling sangat menawan. top speed yang pernah dicapai adalah 140 km/jam di lintas menggala-sukadana lampung. mobil agak bergoyang di atas jalan yang berlubang-lubang, namun sangat tenang di jalan yang halus. lubang-lubang kecil yang tidak terlalu dalam bisa dilewati dengan mudah, namun lubang-lubang besar menimbulkan goncangan yang hebat. panjangnya mobil ini sempat bikin trouble saat keluar kapal karena nyangkut di jembatan kapal dan dermaga. posisi pengemudi juga lumayan nyaman, dengan roda depan di depan pengemudi dan mesin di depan. solar irit.
kijang lsx
standar. mobil berkapasitas 1800cc premium, manual 5 transmisi. lain-lain standar aja. kami isi penuh dengan orang, mobil jadi terasa mantap dibawa. kurang baik menghadapi lubang besar maupun kecil. top speed yang pernah dicapai 120 km/jam dengan 8 orang di dalam. boros bensin. posisi pengemudi nyaman dengan setir yang pas dan suara mesin halus (ya iyalah, premium).
kia travello
ambulans ini untuk jenasah, jadi speknya juga sederhana saja. panjang, tinggi, dan terlihat canggung. tidak ada ketangguhan yang terlihat, kecuali saat kita nyalakan mesin diesel 2700 cc-nya. Kapasitas tangki yang hanya 50 liter menjadikan kami repot harus berkali-kali ngisi solar. posisi pengemudi tidak nyaman, dengan roda depan di bawah pengemudi, cukup sulit membiasakan diri mengatur waktu kapan berbelok, terutama pada ruas jalan yang kurang lebar. satu karakter khas mobil korea yang menurutku mewah adalah adanya foot rest kaki kiri setelah menginjak kopling. cukup membantu untuk perjalanan jauh.
top speed yang pernah dicapai adalah 110 km/jam di tol jakarta merak. handling tidak terlalu baik, pun akselerasinya. tapi kapasitas bodi yang lebar tinggi menjadikannya cukup dijejali satu mesin rontgen portable dan satu mesin fotokopi fuji xerox ditambah satu tabir timbal untuk mencegah mas anto steril gara-gara kebanyakan ng-rontgen bno 3 posisi.
kesimpulan, mana yang anda pilih?
kenyamanan pengemudi: kijang lsx
handling: vw caravelle
kapasitas angkut: kia travello
akselerasi: kijang lsx
top speed: vw caravelle
harga murah: kia travello
harga mahal: vw caravelle
irit bbm: vw caravelle
boros bbm: kijang lsx
catatan: fasilitas parking control dan abs tidak begitu bermanfaat untuk perjalanan jauh sekayu - jakarta.
anggota dprd busuk
sore habis tidur siang aku dibangunkan telpon dari direktur. katanya ada pasien hidrosefalus terlantar di poliklinik. udah jam 5. direktur pasti main-main. jadi walau enggan, aku beranjak juga, ngambil jas koas yang kupakai di rs selepas jam kerja dan mulai jalan ke poliklinik lagi. ternyata memang ada. begini ceritanya.
keluarga ini dibawa oleh seorang anggota dprd kabupaten yang menjanjikan pengobatan di rs. sampai sana, difoto-foto dan karena spa menyatakan bahwa anak ini akan dirujuk ke palembang, si anggota dewan yang terhormat ini berjanji akan mencarikan mobil.
apa yang terjadi? seperti yang bisa diduga banyak pihak, si anggota dewan yang haus suara ini (maklum, lagi mau pemilu) gak nongol lagi sampai keluarga ini ketahuan pengawas pelayanan rs. yah, kenapa ini terjadi pada orang miskin dan tidak punya posisi tawar? sudah dimanfaatkan sebagai alat kampanye, diuruspun tidak.
dua hari terakhir ini aku dipaksa menyaksikan kebusukan oleh orang yang harusnya dihormati. satu anggota dewan, satu lagi sejawat sekaligus senior.
keluarga ini dibawa oleh seorang anggota dprd kabupaten yang menjanjikan pengobatan di rs. sampai sana, difoto-foto dan karena spa menyatakan bahwa anak ini akan dirujuk ke palembang, si anggota dewan yang terhormat ini berjanji akan mencarikan mobil.
apa yang terjadi? seperti yang bisa diduga banyak pihak, si anggota dewan yang haus suara ini (maklum, lagi mau pemilu) gak nongol lagi sampai keluarga ini ketahuan pengawas pelayanan rs. yah, kenapa ini terjadi pada orang miskin dan tidak punya posisi tawar? sudah dimanfaatkan sebagai alat kampanye, diuruspun tidak.
dua hari terakhir ini aku dipaksa menyaksikan kebusukan oleh orang yang harusnya dihormati. satu anggota dewan, satu lagi sejawat sekaligus senior.
Langgan:
Entri (Atom)
